Friday, 18 September 2015
Notebook dengan Keyboard Wireless
Untuk mengatasi keyboard yang rusak aku pun menggantinya dengan keyboard eksternal besutan logitech. Aku sengaja beli yang wireless karena kayaknya enak aja bisa ngetik sambil tiduran di kasur padahal laptopnya ada di meja kerja.
Awalnya sih rempong banget bawa-bawa keyboard sama mouse tiap kali bawa laptop, belum lagi tempat yang digunakan pun menjadi semakin makan banyak lahan. sediiih banget
Setelah beberapa bulan menggunakan keyboard tambahan akhirnya aku pun beli laptop lagi. Laptop pertama yang dibeli dari keringat sendiri, meski speknya masih di kisaran menengah ke bawah tapi cukup oke karena dapat promo haha
Masalahnya ketika ngetik di laptop baru aku ngrasa nggak nyaman banget. Kupikir itu karena struktur chicklet dari desain keyboardnya, tapi ternyata bukan. Aku mencoba mengetikd engan keyboar di laptop lamaku dan rasanya pun sama, nggak enak banget, rasanya kurang mantap aja gituh.
Kini aku punya kebiasaan baru dalam memakai laptop, yaitu menggunakan perip[heral tambahan berupa keyboard dan mouse wireless, enak bangeeet. Selain ditunjang jenis keyboard tamabhannya, jarak antara layar dengan mata juga menjadi pas banget, mungkin karena 14' ya, kalau netbook kayaknya agak kurang nyaman juga di mata.
Friday, 3 July 2015
When You Love Someone, Just Be Brave To...
Kill your love...
Menyukai dan disukai adalah dua kutub yang saling mempengaruhi ketika keduanya bertemu. Bohong jika seorang laki-laki tidak pernah berharap bisa mencintai seorang wanita bahkan ketika ia masih bocah. Cinta bukan melulu soal usia, cinta adalah bagaimana kamu bisa menaruh harapanmu pada seorang wanita yang mampu merobohkan sikap liarmu haha
why i must kill my heart when someone who called love was coming to me?
Aku hanya ingin orang yang aku cintai bisa tersenyum bahagia
dan Aku terlalu takut jika dia bersamaku
justru akulah yang akan membuatnya bersedih
aku tidak ingin membunuh senyuman dari seorang wanita yang aku kagumi
lebih baik aku membunuh perasaan diri
menguncinya rapat-rapat dan menguburnya jauh di dalam kesunyian
dan melihat senyum itu dari kejauhan
Jangan kira pemikiran ini datang dari remaja tanggung yang galau. Saya sudah melakukan hal itu jauh sebelum saya mengenal apa itu cinta. Emang cinta itu apa? haha
Nanti akan saya ceritakan satu per satu bagaimana saya bisa melakukan hal bodoh itu berkali-kali.
Saat menulis pos ini pun saya sedang dalam tahap memegang kunci dam kotak
apakah saya harus memasukkan perasaan itu lagi ke kotak dan menguburnya dalam-dalam atau kah sebaliknya
Meletakkan kunci dalam kotak dan menghancurkannya
sesungguhnya bagaimana sih rasanya dicintai?
Agoraphobia?
Agoraphobia adalah salah satu jenis phobia yang biasanya dialami oleh seorang introvert. Orang memiliki agoraphobia memiliki kecenderungan takut pada keramaian, baik di lingkungan yang baru dikenal maupun lingkungan yang sudah biasa dijumpai. Efek dari agoraphonia ini bermacam-macam pada setiap orang, misalnya detak jantung semakin cepat, berkeringat dingin, pusing, badan menjadi kaku, dan lain sebagainya.
Saya mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu orang yang mengalami phobia ini. Saya paling tidak suka dengan situasi keramaian dimana di sana banyak sekali orang. Satu contoh ketika saya dipaksa ikut ke mall oleh kakak, baru masuk di basement saja saya sudah uring-uringan "Banyak banget orangnya" untuk berjalan saja rasanya sangat berat ditambah efek tekanan batin yang kuat membuat keringat mulai bertebaran meskipun di sana ada banyak AC. Lain di mall,
Mall memang lingkungan yang asing bagi saya, namun bukan berarti saya bisa tenang di lingkungan yang sudah saya kenal. Di sekolah atau bimbel arau bahkan masjid pun saya juga mengalami hal yang sama.
Bukan berarti dengan kondisi ini saya termasuk antisosial. Memang teman saya tidak banyak, namun saya menganggap yang sedikit itu sangat berarti. itulah kenapa ketika lulus SD,SMP, dan SMA saya merasakan begitu kehilangan teman saya. Dan saat itulah saya mulai sadar untuk mulai membuka diri, berdamai dengan lingkungan, dan mencoba berbagai hal baru di dunia luar. Sudah lelah saya dicap sebagai anak kuper oleh orang tua saya.
Saya memutuskan bahwa mulai lulus SMA saya harus bisa melawan diri sendiri.
Friday, 26 June 2015
Mungkin
Buku, Panti Asuhan, Jepang. Mimpi yang menguap, atau hanya sebuah cita-cita yang ssebenarnya ada namun berserakan entah di mana.
Saat ini saya mungkin berada di fase berdiri di tepian pantai. Masih memilih dan menyiapkan kapal yang tepat untuk dilayarkan ke laut. Terkadang saya berpikir di saat pulang dari nglembur, bersepeda menembus malam sembari ngalamun "Dulu lulus SMA khawatir kuliah, udah kuliah khawatir biaya, udah ada biaya khawatir skripsi, udah pencadaran khawatir ga bisa mandiri, udah bisa kerja khawatir jones, udah nembak khawatir ke depannya gimana dst dst dst"
Hidup memang dipenuhi kekhawatiran.
Bapak di rumah menuntut melanjutkan studi ke jenjang S2 lalu jadi dosen, ibu menuntut pekerjaan x dan x yang katanya bergengsi. Selama ini Saya bisa dikatakan mempunyai sifat memberontak. Dari setiap jenjang pendidikan pun orang tua tidak optimis 100% karena senantiasa saya dibandingkan dengan orang lain.
Kenapa harus dosen? Kenapa harus kerja di bidang kantoran?
Alasannya sih karir dan gajinya jelas, pekerjaannya pun tidak beresiko banget. Pokonya kerjaan yang pakai seragam itu punya prestise. Coba lihat si x atau si y itu, kerja kayak mereka.
Wahai orang tua di seluruh dunia, anak kalian tau apa yang terbaik bagi dirinya, cukuplah kalian doakan dan dukung mereka. Ketahuilah bahwa anak kalian mempunyai mimpi untuk membahagiakan kalian, mungkin caranya tidak sesuai dengan yang kalian harapkan, tetapi percayalah mereka ingin menjadi alasan dibalik senyuman kalian
Sudah berkali-kali anakmu ini memilih jalannya sendiri, awalnya kalian keras menentang, namun hati ini tetap sabar dan pada akhirnya kalian pun kini sepakat bahwa hal itu tidak salah. Untuk kali ini, saya mungkin akan melakukannya lagi. mungkin, ya, mungkin.
NOSTALGIA SMP
Potret yang membawa angin dari masa lalu...
Masih kuingat, Dedi Indra H adalah satu sahabat saya di SD Gayam 1 yang menjadi saksi atas kaki-kaki kecil kami menempuh jarak 2 kiloan untuk mendaftar di SMP harapan orang tua itu. Semua syarat kami kumpulkan sendiri, ndaftar pun juga sendiri, tes juga sendirian. Tapi nasib tidak menghendaki kami untuk bersama
Itulah saat pertama kali saya menangis karena berpisah dengan seorang sahabat
Seperti kata orang, sahabat ada yang datang dan pergi. Kepergian sahabat terbaik pun disambut dengan datangnya kawan-kawan baru yang sampai saat ini insha Allah masih terjaga komunikasinya. Kawan-kawan yang menyebut dirinya bagian dari keluarga Kelas F dengan Watu (batu) sebagai maskotnya.
Di jenjang ini saya menemukan sahabat yang menjadi saksi titik tolak hidup saya. Rian dan Pras, cukup mereka saja, yang mungkin sampai saat ini paling mengetahui kondisi luar dalam saya. Pras adalah role model bagi siswa teladan, sedangkan Rian adalah role modem bagi siswa yang biasa saja :p (sori kalau pada akhirnya koe moco iki dab). Kalau diurutin dari yang paling nice guy maka urutannya Pras-Rian-...-Saya
Karena nostalgia yang baik-baik itu udah biasa...
Berikut kenakalan remaja yang dulu sempat kami cicipi
1. Merusak pintu dan bak di toilet (kelas 7)
Whaaaat, ini benar. Saya salah seorang yang ikut andil dalam aksi perusakan toilet dekat kelas 7F. Entah motivasi apa yang mendorong saya untuk melakukan hal itu, tetapi perasaan senang begitu terasa ketika teman yang lain juga melakukan hal yang sama.
noted: pelaku lain dalam aksi ini tidak saya sebutkan
2. Mencontek tingkat dewa (kelas 7-9)
Rian adalah saksi bisu dan juga korban atas aksi heroik saya ini. Banyak sekali trik yang saya gunakan, prinsipnya taruhlah contekan di tempat yang terbuka namun hanya bisa dilihat dengan cara tertentu. Saya sih salut dengan Rian karena tetap berpegang teguh bahwa mencontek bukanlah jalan yang baik. (padahal kami teman semeja juga)
3. Apa yang dilakukan oleh anak laki-laki bocah yang baru kenal warnet? kami melakukannya (kelas 7)
Racun emamng paling mudah disebarkan melalui orang terdekat
4. SIM? (kelas 9)
Berasa keren banget saat melintasi depan sekolah dengan Satria Fu (kalo parkir nebeng di parkiran rumah orang dan itu pakai bayar). Scenenya begini kira-kira
berangkat pagi-pagi (biar ga ketauan guru) melintas depan sekolah dan mbleyer greeeng saat itulah saya tau teman saya di balik kaca kelas itu sedang misuh-misuh.
5. banyak banget lah
Intinya. Masa terbaik saya ada di masa SMP bukan SMA
Itu aja
Adik saya belum diberi kesempatan untuk bisa masuk ke sekolah ini. Semangat Alvin!
Monday, 21 May 2012
Mahasiswa Berencana
Oke setelah menghabiskan waktu liburan yang panjang rasanya ingin sekali meng Ctrl+z lagi hehe. rencanaku hari ini adalah membeli buku di Ihya' atau Sarana Hidayah(SarHid) maklum sudah lama ingin membeli buku, walaupun tidak tahu harus beli apa, sebelum berangkat tentu saja hal yang kulakukan adalah mengecek persediaan uang di bunker "kayaknya cukup?" pikirku
Hal selanjutnya adalah mencatat pengeluaran di buku jurnal, setelah kubuka .... walah lha ini masih utang segini. perasaan galaupun melanda, Aku dihadapkan pada dua pilihan yang berat antara membayar hutang atau membeli buku, dasarnya aku ini ga terlalu pemikir ya sudah diputuskan untuk menunda pembelian buku
Terkadang aku heran dengan orang-orang(mahasiswa) yang masih bisa jajan sana sini, nonton pilem di XXI atau empire, jalan-jalan ke mall, shoping dan bla bla bla, mungkin mereka kaya tapi apa harus seperti itu? kita ini disini untuk belajar hidup mandiri(mandi sendir). anggaplah kita ini sedang membina rumah tangga sendiri (tentunya tanpa istri), jadi harus bisa mengatur keuangan tiap hari dan mengatur segala kebutuhan sendiri
Masing-masing mahasiswa mempunyai trik tersendiri agar tidak gulung tikar di akhir bulan dan aku pun juga hehe
begini cara mengatur keuangan bulanan ala gue
step 1 "membuat jurnal"
1. buat jurnal umum di selembar kertas A4, tempelkan di dinding kamar
2. Udah tau kan cara mengisi jurnal umum? kalau belum silahkan berguru pada anak akuntansi
3. catat pengeluaran dan pemasukan tiap hari di jurnal tersebut, jangan lupa utangnya juga
step2 "membuat catatan estimasi"
1. catatan ini bisa ditulis di mana saja asalkan kamu bisa dengan mudah membacanya
2. catatan berisi target harian sampai mingguan berkenaan dengan posisi keuangan
3. berhubung Aku masih bekerja serabutan jadi catatan lebih difokuskan pada bagaimana cara menghemat pengeluaran semaksimal mungkin
4. Tulis apa saja yang harus dilakukan
- makan satu hari 3.000 (senin-jum'at, selain itu maksimal 10.000)
- galon air minum satu bulan 5.000
- mencuci pakaian satu minggu 3.000 (jangan pernah ke loundry)
- Interhet satu bulan 50.000
- keperluan kuliah satu bulan 100.000
- listrik satun bulan 25.000
- pulsa satu bulan 10.000
- keperluan mendadak satu bulan 50.000
jadi satu bulan kurang lebih 255.000 untuk estimasi pengeluaran dan sebisa mungkin biaya ini ditekan sisanya ditabung buat bekal masa depan hehe
Selain itu untuk lebih memotivasi agar kita selalu tunduk pada aturan estimasi ini ada baiknya membuat life mapping. tulis aja di papan yang gede di kamar biar selalu ingat, contohnya
1. Tahun pertama fokus pada A
2. Tahun kedua fokus pada B
3. Tahun ketiga wisuda
Begitulah. sekali-kali liburan bolehlah asal tetap ingat pada jurnal, catatan estimasi9 dan life mapping kita ^_^
Saturday, 5 May 2012
Aku Ini Tidak Galau
Dengan mata masih sembab aku yang berdiri melamun di depan pintu kamar dikagetkan oleh salah seorang teman "eh zan antum sedang galau, kan" tuduhnya dengan diiringi mata yang berseri-seri, aku hanya diam saja seakan suara adzan asar di masjid lebih menarik perhatianku "nanti buka blog ana ya ada postingan buat antum" katanya sambil tersenyum "eh, iya" jawabku singkat
Tak perlu kubuka pun aku sudah tau isinya pasti tak jauh dari bahasan 'teman hidup' yaah beginilah nasib jika sudah dinobatkan menjadi penghuni tergalau 2011 di wisma. akhir-akhir ini aku memang sering merenung di balkon lantai dua, bukan untuk melamunkan tentang pasangan hidup tapi melamunkan banyaknnya agenda di bulan ini yang membuatku bernapas senin-kamis.
Rinai Hati
Kisah sang pejuang
Tak lekang tertuang di atas pualam
Rinai hujan tak akan mampu menghapusnya
Hanya ketegaran yang selalu menjaganya
Senja kini telah tiba
Rinai hujan pun sudah reda
Sunggingan senyuman
Menantang rintangan didepan
@5/5/12
Dan akhirnya kukutip juga quotes di postingan temanku itu hehe
Kutitipkan hatiku kepada Dzat yang tidak pernah mengkhianati titipan, agar Dia memberikan hatiku kepada satu-satunya orang yang paling Ia ridhoi menjadi pelengkap tulang rusukku. Dan dalam penantian akan kupersiapkan diriku sebaik-baiknya agar aku bisa memuliakan wanita ini seutuhnya sebagai permaisuriku, selamanya. Dan biarlah keputusan-Nya itu menjadi rahasia, hingga kelak saatnya tiba..”
Wednesday, 2 May 2012
Akhirnya Bisa Menontonnya
Setelah semalaman bertani akhirnya pagi ini bisa menikmati film Surat Kecil Untuk Tuhan(SKUT) tak apa walau dibilang jadul karena yang lain udah jauh hari menontonnya. honestly sudah bisa ditebak di setiap scenenya ada adegan crying-crying, tetapi dari sekian banyaknya adegan tangis-menagis itu yang berhasil menyentuh adalah di scene disaat Keke mengerjakan soal UN begini nih ceritanya (aku putihin ya biar ga dibilang spoiler)
Jadi begitulah ceritanya, sedih bukan?
#serius
Kita ambil nilai dari film itu yaitu masalah rumah tangga yang bermasalah atau broken home. Ada seorang teman yang dia juga mengalami hal tersebut dan tentu saja seperti kebanyakan anak lainnya yang mengalami hal yang sama ia begitu labil karena minim perhatian dari orang tuanya.
Setega itukah orang tua? bukankah seharusnya dengan kehadiran seorang anak justru semakin mempererat hubungan batin di antara suami istri. bukankah Allah ta'ala telah berfirman "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik" (Ali-Imran: 14) kenapa masih saja memperturutkan ego dan hawa nafsu padahal Allah telah memberikan yang terbaik, kenapa kurang bersyukur atas nikmat Allah yang telah diterima? dan apa yang dikaruniakan kepada orang tua hendaklak dijaga, dirawat dan dilindungi
Anak adalah buah kasih dua insan manusia yang tiada terbeli oleh apapun begitu pula dengan rumah tangga. Aku heran bagaimana bisa dengan mudah kasus-kasus perceraian itu makin banyak terjadi di zaman sekarang padahal kata bapak orang dulu itu jarang bercerai, lihatlah kakek nenek kita dengan seluruh keluarga besarnya. mungkin terlalu dini untukku untuk memahaminya tetapi alangkah baiknya jika kita bisa mempelajarinya dari sekarang :D agar kelak bisa mengatur perencanaan sebuah rumah tangga yang sakinah, mawanah wa rahmah
Sekali lagi, jangan kerjaannya cuma pacaran doang. apa kamu yakin pacar kamu sekarang adalah jodohmu kelak? bagaimana kalau tidak? "aku bunuh dia" kata seseorang di kampus (ga usah dibahas). kecenderungan rumah tangga yang gagal kebanyakan diawali dari proses yang salah pra nikah dan salah satu pemicunya adalah pacaran karena dalam pacaran modusnya memberi yang terbaik dengan kelihatan baik didepan pasangan so jangan heran kalo ada teman yang mau berangkat ngapel ia di rumah sibuk mandi dengan sabun super wangi, gosok gigi dan shampoan padahal biasanya jauh dari itu, dandanan rapi pakai minyak wangi 5 ribuan di alfamart, motor pinjam punya teman dan paling takut kalau telat menjemput sang pujaan hati subhanallah andai saja dalam beribadah ia juga seperti itu, shalat tepat waktu, dandanan rapi dan segar saat di masjid
Dalam pacaran jarang sekali seorang pasangan mengetahui sifat di balik segala yang baik-baik dari sang kekasih dan tentu saja ketika mereka berkomitmen untuk menikah disitulah letak awal kegoncangan badai asmara prahara rumah tangga (ngeri amat)
Madu cinta akan terasa kurang manis atau bahkan hambar karena sudah dihisap sedikit demi sedikit begitulah gambarannya dan hal-hal yang disembunyikan satu demi satu terlihat tak mampu ditutupi dengan kebaikan-kebaikan yang sama seprti saat pacaran karena sang kekasih sudah terlalu 'bosan' dengn itu
Jadi masih ingin pacaran? entah terang terangan atau yang terselubung a.k.a pacaran islami?
Alangkah indahnya kesan pertama, alangkah indahnya jika madu itu tetap utuh belum tersentuh dan alangkah beningnya gelas yang belum tergores bunga yang masih segar begitu menyejukkan dan meneduhkan pandangan dan tentu saja dengan ridha Allah ta'ala insya Allah kebahagiaan rumah tangga bisa dirasakan sampai saatnya bersua kembali di surga nanti
BTW Kenapa pembahasannnya jadi melebar kemana-mana dan ujung-ujungnya lari ke masalah yang sama hehehe
Saturday, 25 February 2012
Dari Angkringan Menuju Pelaminan
Allah Ta’ala berfirman ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21) Setiap hari Selasa, kamis dan Sabtu sore selalu terdengar seruan-seruan anak-anak kecil pogung kidul dari Masjid Siswa Graha selatan wisma dimana Aku tinggal
“Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh teman-teman yang mau mengaji di Masjid Siswa Graha harap segera datang karena sudah ditunggu oleh teman-temannya mbak fulanah harap segera datang” begitulah suara yang menggema dari speaker masjid
Aku dan teman-teman di wisma selalu tersenyum dan kadang bercanda setelah mendengar suara khas anak-anak itu “cukuplah untuk menghilangkan penat dan kejenuhan” kata mas fai disela-sela merapikan buletin mingguan di lantai dua
Siapa mbak fulanah itu? Semenjak Aku tinggal disini belum sekalipun Aku melihatnya yang pasti dia adalah seorang muslimah yang mengajar TPA di masjid tersebut.
Masjid Siswa Graha memang agak sedikit unik karena terletak tepat di pinggir di apit oleh jalan raya, dihalaman masjid ada warung angkringan dimana mas fulan sering makan disitu.
Lalu apa hubungannya mbak fulanah dengan angkringan tersebut? Ternyata sang bapak pemilik angringan tersebut adalah ayah dari mbak fulanah, jujur saja Aku baru mmengetahuinya beberapa hari kemarin setelah membaca undangan walimahan yang ditempel di mading wisma dan baru Aku tahu juga kalau beliau adalah mahasiswa UGM juga yang satu fakultas denganku masyaAllah hehe
Aku selalu trenyuh jika membaca undangan pernikahan bukan karena pengen atau iri tapi hanya sekedar membayangkan “kapan ya giliranku?” hehe “udah Zan ga usah diliatin terus, nama di undangan itu ga mungkin berubah menjadi Fauzan” canda mas Abdul
Jadi teringat sabda Rasulullah “Menikahlah! sesungguhnya aku amat bangga dengan jumlah ummatku yang banyak dan jangan seperti pendeta Nasrani (yang tidak mau menikah)” (HR.Al-Baihaqi dari Abu Umamah r.a)
Ada yang lain di surat merah marun itu yaitu terdapat penggalan kata dari Ust Armen Halim Naro dalam kajian berjudul Buhul Cinta
“Cinta adalah akad dan pernikahan.
Cinta adalah airnya kehidupan bahkan ia adalah rahasia kehidupan
Cinta adalah kelezatan ruh, bahka ia adalah roh kehidupan
Kalaulah bukan karena cinta…
Tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya
Kalaulah bukan karena cinta..
Tidak akan merunduk rusa betina pada jantannya
Tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam
Dan bumi tidak akan tertawa pada bunga di musim semi
Namun dikala cinta telah sirna
Taktala itulah lebah meninggalkan bunga
Taktala itu burung pipit meninggalkan sarannya
Taktala itulah kutilang tidak lagi hinggap di pucuk cemara
Sekiranya lautan mempunyai pantai…
Dan sekiranya sungai mempunyai muara
Maka lautan cinta tidak berpantai
Dan sungai cinta tidak akan bermuara”
Begitu lama Aku membacanya.
Lalu siapa laki-laki yang sedang berbahagia itu? Ternyata dia adalah mas fulan yang sudah tidak asing lagi bagiku karena dia adalah takmir atau pengurus di Masjid Siswa Graha subhanallah, Allah menumbuhkan cinta mereka di rumah-Nya yang suci ini. Mereka dua pasangan yang sama-sama berusaha memakmurkan masjid sang laki-laki mengurusi masjid dari kebersihan sampai agenda kegiatan di masjid dan sang wanita aktif mengajar di masjid tersebut ditambah sang ayah yang selalu stay tune di masjid tersebut subhanallah
Mas fulan adalah satu dari dua pemuda gentle yang Aku kenal di bulan ini hehe karena di usianya yang masih muda ia tidak tertipu dengan cinta abal-abal alias TTM(Ta’aruf Tapi Mesra) atau pacaran, dia dengan gentle langsung melamar mendatangi orang tua mbak fulanah subhanallah salah satu potret pemuda yang langka kawan, bukankah Rasulullah telah bersabda dalam hadits
Dari Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia menikah, karena itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.
Dan tepat tanggal 25 februari 2012 jam 9 pagi mereka telah resmi mengikrarkan janji suci di Masjid dimana Allah mempertemukan mereka dan halaman yang biasanya digunakan untuk menjual angkringan kini dijadikan pelaminan dimana mereka berdua bersanding
Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warahmah atas izin Allah ta’ala aamiin
"Barangsiapa yang dikaruniai seorang istri yang sholehah, berarti dia telah membantunya menyempurnakan setengah dari Agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada setengah lainnya". (HR. alh'Thabrani, al-Hakim dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik ra.)
Tuesday, 10 January 2012
Obrolan Dengan Bapak J

Siang ini setelah mengumpulkan tugas take home mata kuliah agama Aku berencana ke maskam karena waktu sudah hampir memasuki dzuhur, Udara begitu terik hari ini dengan sedikt ditambah keluhan karena melihat nilai UTS yang kurang maksimal Aku berjalan dengan malas sekali
Alhamdulillah pas sampai di maskam tepat dikumandangkan adzan dengan agak terburu-buru berjalan ke shaf pertama sebelah kanan. Kemudian datang seorang kakek dengan baju batik sambil membawa tongkat berdiri di sebelahku, kupikir kakek itu sudah tidak mampu menopang tubuhnya seperti kebanyakan kakek kakek seusianya tapi “mas ini masjidnya kan?” tanya beliau, aku heran sekali maskam segede ini kan sudah jelas sekali lalu kuperhatikan tongkat itu sudah ditekuk seperti tongkat portable. Aku baru sadar kalau tongkat putih itu adalah tanda bagi orang yang tunanetra
Aku tidak berbicara sedikit pun dengan kakek itu karena masih terkejut, heran dicampur rasa kagum , banyak pertanyaan yang seketika menyergapku “bagaimana bisa ini itu???”
Selesai shalat aku beranikan untuk ngobrol dengan kakek itu, dengan sedikit perkenalan aku membuka pembicaraan. Bapak J(di inisialkan karena menyangkut privasi) begitulah beliau memperkenalkan diri, beliau ternyata tinggal di Bantul. masya Allah dari Bantul sampai ke Maskam UGM beliau naik bus umum “ah gampang sudah ada caranya kok dengan pendengaran dan perasaan” Begitulah beliau menceritakannya dengan antusias sambil menepuk lenganku.
Hebatnya lagi bapak J ini tidak mau mengalah dengan kondisinya yang tunanetra. hal itu ia buktikan dengan membuka usaha panti pijat di kampungnya sana
“wah bleh minta dipijat nih hehe?” tapi aku sadar kalau tidak bawa uang hehe
Beliau juga berhasil mengantarkan anaknya bekerja di Malaysia , awalnya kupikir dia pasti seorang TKW “ kerja di bidang marketing, kalau mau aku jadikan dia buat kamu” canda beliau hehe bapak bisa aja neeh jadi galau nih Aku
Aku juga sedikit curhat dengan beliau tentang masalahku, dengan semangat beliau memotivasiku dengan memintaku untuk selalu berdoa dan shalat meminta kepada Allah, akhirnya kami saling mendoakan.
Aku masih bingung kenapa beliau repot-repot sampai ke Sleman, subhanallah beliau hanya menjawab untuk menebarkan doa pada orang yang membutuhkan begitulah katanya. Jangan salah ia anti meminta-minta(ngemis) , ditengah obrolan ada orang yang memberinya uang lantas aku tanya “rasanya gimana pak?” beliau menjawab kalau ia merasa biasa saja karena kita pun tak tau darimana Allah memberikan rezeki dan bapak juga tidak berniat untuk meminta-minta lanjut beliau
Setelah obrolan itu kita saling berpamitan. Semangatku yang tadi sempat down kembali terisi dengan energi baru, lihatlah kawan, seorang bapak yang sudah ditinggal istrinya dan dua anaknya ke kehidupan yang abadi dan hanya ditemani satu anak yang sekarang sudah jauh di Malaysiabeliau tetap semangat dalam menatap hidupnya. Lihatlah kawan betapa kekurangan bukanlah untuk diratapi tapi untuk dihadapi .Lihatlah kawan orang yang lebih membutuhkan doa kita justru dia melelahkan diri untuk mendoakan orang lain
Jadi masihkah kita mengeluh? Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan???
Sunday, 8 January 2012
Indahnya Sudut Kota Jogja (Pogung KIdul)
Langkahku berhenti sejenak tepat dibelakang bangunan dua lantai ini dan inilah yang aku lihat
Ternyata ada kolam ternak ikan atau empang yang cukup gede seketika aku hanya bisa menggumam “lhoh ada tho yang kayak gini disini!@#!” . Sapuan angin sore ini begitu sejuk, awan mendung masih menggantung enggan menurunkan hujannya perlahan aku berjalan menyusuri pematang sawah menuju gubuk tempat petani biasa istirahat disitu
Sambil duduk duduk di gubuk itu kurasakan rasa penatku hilang, pusing karena terlalu terfokus pada ujian besok seakan ternetralisir subhanallah .. inilah pemandangan yang cukup indah , gunung merapi enggan menampakkan dirinya karena tertutupi mendung yang tebal ahh mungkin lain kali saat cuaca cerah akan lebih indah lagi
Dan inilah MSG(Masjid Siswa Graha) yang letaknya tepat ditengah jalan raya di utara Fak Tekhnik, setiap ke masjid ini kita selalu melewati hamparan sawah juga
Inilah wisma MTI tampak dari belakang hehe lucu juga ya bangunannya
Pemandangannya indah dan aku sadar kalau tak mungkin aku selamanya di kota pelajar yang penuh kenangan ini, sebelum aku meninggalkan kota ini aku harus bisa mendulang ilmu untuk kubawa di kehidupanku kelak dan secuil mozaik ini tetap akan menjadi bagian tersendiri di kenanganku
Friday, 6 January 2012
Ayo Belajar!!!

Hari-hari ulama begitulah kami menyebutnya. Hari-hari menjelang UAS memang saat-saat yang membuat kami sibuk dengan diktat-diktat(fotokopian tentunya) dan belajar semalaman suntuk seperti yang aku alami sekarang
Kadang aku berpikir heran kenapa ada teman yang aku lihat celelekan (sembrono dan cuek) ia sukses dalam setiap ujian, tidak satu atau dua orang yang aku temui, begitu banyak orang yang kelihatan santai (sangat santai) secara dzahir tapi entah kenapa ia selalu melihat kertas ujiannya dengan tanpa ekspresi padahal nilai yang ia dapat begitu bagus “halah biasa wae” begitulah jawabnya setiap aku bertanya bagaimana bisa dia mendapatkan itu
Apakah ada yang salah dengan metode belajarku?ah aku rasa tidak karena setiap orang mempunyai caranya masing-masing. Aku biasa belajar jika sedang mood dengan pelajaran kuliah selebihnya mempelajari hal lain yang lebih aku sukai untuk menghilangkan kepenatan dari teori-teori dengan objek kajian yang sangat abstrak yaitu sastra, jujur saja aku kurang tertarik dengan pelajaran yang identik dengan filsafat ini karena selalu bersinggungan dengan pemahamanku
Hmm mungkin benar kata pepatah jawa witing tresno jalaran soko kulino yaitu kita akan menyukai sesuatu jika kita sudah terbiasa dengannya dan dengan berawal dari suka tentu kita akan tertarik untuk lebih mengetahui lebih dalam
Aku kagum melihat teman kamar sebelah di wisma yang menurut pengakuannya ia tidak menyukai matematika tapi berhubung ia diamanati orang tuanya kuliah di UGM tentu mau tidak mau harus belajar dan belajar DAN ANEHNYA setiap aku berkunjung ke kamarnya (sering) ia hampir tidak pernah menyentuh itu buku buku kalkulus tapi justru ia sibuk dengan kitab kitab agama, mendengar ceramah kajian dari HP bahkan tak jarang ia kutemui sedang menghafal Al Qur'an
Tapi kenapa nilainya bisa melebihi sebagian teman-temannya yang lain? Selidik punya selidik ternyata dia memang mempunyai waktu waktu khusus untuk belajar matematika, masyaAllah jika seperti itu terus hidupnya mungkin suatu hari ia akan menjadi seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
kemudian ada teman yang lebih hebat lagi, jarang sekali aku menemui dia diluar karena saking betahnya ia dikamar, apa yang ia lakukan? Karena penasaran, suatu hari aku sengaja memanggilnya keluar untuk sekedar ngobrol basa basi , sembari ngobrol aku tengok kamarnya, masyaAllah tumpukan buku-buku tebal berserakan disana sini, baru aku tahu selama ini ia begitu giat belajar TAPI ia terlihat santai dan tenang saat diluar seakan tidak ada sesuatu yang baru saja ia kerjakan dengan sungguh-sungguh
Tak hanya itu saja , masih banyak teman-teman wisma yang membuatku tak berhenti mengernyitkan dahi kagum dan minder rasanya menjadi satu kesatuan yang kini merasukiku
Semoga lekas kutemukan passion belajarku
Thursday, 29 December 2011
Mimpi Itu!!!

Aku mempunyai seorang teman, dia baru kukenal sehari setelah pengumuman SNMPTN kemarin. Dia adalah Hanif seseorang yang awalnya aku kira sombong karena ia begitu semangat membicarakan tentang prestasi dari dunia tulis-menulisnya.
Ia bercerita pernah mendapatkan juara dua lomba karya ilmiah tingkat provinsi dan banyak karyanya yang telah di publish di berbagai media. “wow” begitulah pikirku saat itu. Sungguh hebat sekali orang ini. Apakah aku iri? Iya aku iri karena di pikiranku ia adalah anak yang sempurna dengan segala kelebihannya sehingga mampu berprestasi
Tapi angan-anganku itu runtuh seketika saat kami saling bertemu untuk pertama kalinya, dia jauh dari apa yang awalnya aku bayangkan bahwa ia anak yang sempurna dengan segala kelebihannya. “subhanallah!” ternyata dia seorang tunarungu
Awalnya memang aku agak kesulitan berkomunikasi dengan dia karena Hanif tidak memakai alat bantu , lalu bagaimana ia berkomunikasi? Dia berkomunikasi dengan dua metode yaitu dengan membaca gerak bibir lawan bicara dan menggunakan tulisan. Saat berkenalan denganku ia menggunakan metode tulisan, memang ini akan terlihat mudah untuk sebagian orang yang menjadi lawan bicaranya tapi beda denganku yang sulit membaca tulisan berukuran normal, jadilah awal perkenalan kita di moderatori oleh Budi. Budi dengan sabar membacakan yang ditulis Hanif dan menuliskan apa yang aku katakan hehe
Saya ingin menjadi seorang editor dan penulis di perusahaan buku!” itulah yang ia ucapkan saat sesi tanya jawab di acara mentoring mahasiswa baru
Saya ingin mendirikan rumah untuk anak anak difabel dimana di rumah itu mereka bisa berkarya” begitulah impiannya saat ia disuruh menceritakan mimpinya pada saat kuliah bahasa inggris
Awalnya aku ingin mengajak Hanif untuk bekerjasama, karena memang mimpi kita tak jauh beda. Aku ingin mendirikan sebuah panti asuhan dan yayasan untuk difabel, tapi sepertinya ia snagat sibuk.
Kami sempat mendaftar UKM Balirung untuk melamar posisi sebagai direksi, Hanif diterima tetapi aku justru mengundurkan diri karena memang kesibukan di wisma dan ma'had sendiri cukup padat. Walaupun kita mempunyai kesibukan yang berbeda tapi tak membuat misi dan mimpi kita berubah karena setiap orang memiliki jalannya sendiri
Salah satu awak forum lingkar pena ini lagi-lagi membuatku terheran-heran karena akhir-akhir ini ia berencana membuat sebuah forum komunikasi difabel tingkat universitas. Memang forum ini belum sepenuhnya didirikan karena masalah data mahasiswa difabel yang sulit didapat
Memang aku melihat orang-orang dengan keterbatasan fisik selalu mendapat gate dari orang lain, dalam artian mereka dekat karena kasihan dengan si difabel. Memang perhatian dan batuan mereka sangat kita butuhkan tapi bantuan yang tuluslah yang kami harapkan, bukan berarti kami ini tidak mau berusaha sendiri
Semoga forum ini segera terbentuk sehingga hak-hak para difabel mampu disuarakan agar mereka tidak merasa disisihkan
Tuesday, 13 December 2011
Kemana Saja Masa Mudamu Kau Habiskan????

" Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk ke-benaran dan saling menasihati untuk kesabaran (QS 103 : 1-3 )
Sore hari ini terasa agak mesra karena gerimis di kota ilmu begitu sejuk. Sepulang dari kampus (bukan untuk kuliah tapi … bisa kalian baca disini) badan terasa capek tapi tugas ternyata masih menumpuk “Zan ngambil box kertas untuk buletin?” komando mas Ramdan , dengan agak malas aku boncengan dengan Mahe untuk ngambil plus ngantar kertas ke percetakan fiuuhh sampai di kost “Zan laporan keuangan kemarin sudah kan? Buruan di kirim” tanya bang Adul “iya tapi ana belum makan!!” hmm jadi ingat sesuatu “itulah okenya bodrex bisa diminum kapan saja”
Memang benar burjo is the spirits of anak kost, dengan kekuatan sepiring nasi sarden aku siap bekerja siang malam (kayak iklan apa hayo hehe)
Adzan maghrib sudah dikumandangkan mas takmir dari distrik MSG. Waktunya kajian MSM ahkamul masjid di masjid al mukmin , sebenarnya aku baru pertama kali ikut kajian rutin ini coz memang ane bukan santri MSM :P hehe daripada nganggur di kostan mending manfaatkan waktu, jadi teringat kata kata mas Ferdy tadi pagi “kenapa Allah bersumpah demi waktu?” karena memang begitu mulianya waktu yang diberikan Allah
Materi hari ini tentang larangan membangun masjid dengan berlebihan karena bisa jadi merupakan bentu tasyabuh dengan Yahudi dan Nasoro, sehingga kita di perintahkan untuk membangun masjid dengan sederhana
dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah bersabda “aku tidak diperintahkan untuk meninggikan masjid”
Dan tidak akan tegak hari kiamat sampai seseorang saling membanggakan masjidnya.
Ditengah kajian Aku yang sedikit mengantuk karena efek dari burjo tadi iseng melirik ke belakang dan … subhanallah ternyata yang datang cukup banyak juga dan yang paling membuatku heran adalah mereka kebanyakan anak-anak SMA , dari seragamnya yang masih melekat lusuh tergambar guratan wajah-wajah yang begitu semangat akan menuntut ilmu seakan semangat akan kehausan mereka akan ilmu mampu mengalahkan dinginnya hujan gerimis di luar
Aku berpikir sejenak, bagaimana mungkin mereka bisa semangat seperti itu dan mereka ternyata tak sekali atau dua kali menghadiri majlis ilmu di sekitaran UGM , sering aku melihat mereka tentu saja masih dengan seragam SMAnya. Dada rasanya sesak jika membandingkan kondisi mereka dengan kondisiku waktu SMA dahulu yang sangat bertolak belakang, mereka begitu tekun menuntut ilmu sedangkan aku?? apa itu majlis ilmu saja masih terdengar asing ditelinga
Ya akhi Menuntut ilmu itu pahalanya begitu besar:
“Barangsiapa berjalan di satu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu tanda ridha dengan yang dia perbuat. (Dari hadits yang panjang riwayat Muslim)
“Barangsiapa keluar dalam rangka thalabul ilmu (mencari ilmu), maka dia berada dalam sabilillah hingga kembali.” (HR. Tirmidzi, hasan)
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim)
Memang akan selalu ada rasa penyesalan jika kita tidak pandai memanfaatkan waktu, tapi bukan berarti kita harus pesimis karena apa?karena kita masih diberi kesempatan untuk bersegera menuju jalan ad dienul haq sungguh beitu mahalnya hidayah Allah , ya akhi ingatlah sabda Rasulullah “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan maka Allah akan pahamkan dia dalam (masalah) dien (agama).” (HR.Bukhari)
Aku teringat motivasi dari pak Rajendra waktu awal awal di Jogja “kalian dalah mujahid-mujahid muda” beliau menepuk pundakku sambil tersenyum . Subhanallah alangkah indahnya seorang pemuda yang hidup dalam ketaatan pada Allah, ia akan mendapatkan naungan di hari yang tiada naungan selain dari-Nya
wasiat ustadz Armen “alangkah hebatnya sebuah negeri yang pemudanya tumbuh dalam ketaatan, seorang mahasiswa menghafal al qur'an , menghafal hadits arba'in subhanallah”
Aku pun di Ciduk Mobil Patroli Kampus

Hey blog , saat menulis ini aku baru saja di ciduk mobil patroli UGM . Tapi tunggu dulu jangan dikirain aku ini tertuduh jadi tersangka teroris yang berencana meledakkan portal gate UGM itu hehe
honestly , aku sering kali melihat para gepeng(gelandangan dan pengemis), PKL, Pengamen atau orang yang diangkut ke mobil patroli karena meresahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentu mereka di angkut bukan tanpa alasan seperti halnya aku yang kini sedang berada diantara kerumunan satpam-satpam
Kebetulan hari ini kuliah libur karena dosennya rapat BTW kalo dipikir kok kayak anak sekolahan ya , saat ditanya Ibu “kenapa pulang pagi nak?” jawabannya kalau “ada yang meninggal” pasti “gurunya rapat buk” ah lupakan bagian yang tidak penting ini, lepas dari FIB aku dan teman-teman Sasindo pergi ke pelataran pedestrian GSP bukan untuk demo tapi untuk latihan pentas etnika yang kemarin dapat komen pedas dari bang kobe si gondrong saat gladi bersih
Semuanya pada latihan dan seperti biasanya aku hanya sebagai simpatisan alias penonton hehe . “zan beli air ya buat teman-teman” pinta Dwi “sekalian permen” timpal bagus. Dengan senang hati (karena ga ada kerjaan) aku iyakan saja, dengan semangat 45x2=90 aku meluncur ke kopma.
Kukayuh sepeda dengan kecepatan rata-rata air sambil memicingkan mata karena silau men... melewati boulevard semuanya masih seperti biasanya sampai terlihat pintu portal gerbang tiba-tiba perasaan jadi ga enak rasanya seperti ada yang mengganjal di perut , bukan karena apa tapi memang aku belum makan. Langit berubah mendung, burung berhenti berkicau angin bertiup pelan, bumi gonjang ganjing gunung gunung terlempar seperti anai anai tiba-tiba bruuukk...............!
yes. Aku jatuh dengan aduhai setelah mengumpulkan nyawa yang berserakan aku mencoba melihat ke belakang ternyata aku tadi menabrak portal hehe maklum aku ga lihat kalau disitu ada portal. Yang aku herankan adalah mas-mas satpam itu pada ketawa terbahak-bahak dan ada juga mas satpam yang melihat dengan iba, bukan ke arahku tapi ke arah portal gate yang terlihat agak bengkok, hanya satu orang yang menghampiriku dan menanyakan “gimana mas ga apa apa to?” dia adalah kakektuayangenerjik (begitulah aku menyebutnya) tapi aku acuh saja karena sudah tidak fokus aku berpikir kakek itu hanya akan meramaikan parade guyonan ini saja
Singkat cerita mas satpam menahan KTMku , dengan pasrah aku serahkan barang berharga itu “nanti diambil di kantor ya” ah ternyata semudah itu prosesnya, dengan tenang aku melanjutkan perjalanan ke kopma. Sampai di kopma ternyata mas satpam tadi mengejarku dengan megapro birunya “mas ikut ke kantor sekarang ya” tanpa curiga aku pun mengikuti doi
sampai di Kantor satpam (di selatan maskam) aku disuruh nunggu seseorang yang mengurusi bagian peralatan. Dengan sabar aku menunggu yang bersangkutan beliau adalah seorang ibu dan bapak yang tidak aku tahu namanya tapi dari apa yang dibicarakannya mengindikasikan akan ada sesuatu yang berhubungan dengan penggantian dan itu artinya harus berhubungan dengan uang dan uangnya pun tidak sedikit karena portalnya dibenderol dengan harga 2,5 juta (hasil menyimak obrolon mereka yang jelas jelas menyinggungku) dengan gundah dan istighfar yang tak hentinya membasahi bibir (ciieee....) aku sudah berspekulasi seandainya disuruh mengganti akan aku jual HP dan Sepedaku itu tentu dengan tanpa izin orang tua. Pertolongan Allah itu dekat kawan
Bagian peralatan tidak mau bertanggung jawab (padahal udah nunggu sampai lumutan) akhirnya kasus diserahkan ke kantor satpam utama, oke aku menunggu lagi disini. Di ruang 3 x4 meter aku duduk bersama satpam-satpam dengan berbagai tipe, ada yang sedari tadi tertawa terbahak bahak melihatku ,ada yang sok sibuk dengan HT ada yang sibuk membahas utang dan gaji golongan 2A yang tak kunjung naik. “kenapa kok bisa nabrak mas kan ada tandanya?” tanya mas satpam 1 “nggak lihat pak” jawabku dengan sok cool padahal dari tadi pusing mikir penggantian biaya itu. Pertolongan Allah itu dekat pada hamba-Nya kawan
ternyata ini kantor juga tidak bisa mengurusi kasusku akhirnya mas satpam 2 mengusulkan untuk merujuknya pada pak mustofa (siapakah dia???)jeng jeng....
Mas kita ke pak mustofa ya sekarang, sepedaya diangkut ke mobil aja. Nah inilah pertama kalinya aku mera bak seperti tersangka yang siap menghadapi pengadilan tinggi di rektorat. Untuk sampai ke rektorat ternyata harus melewati kerumunan anak-anak sasindo yang sedang berlatih tadi wuiihhh asiik bisa pamer nih Fauzan pergi bawa sepeda pulang bawa mobil 'patroli'' dengan diapit dua mas satpam aku ditanya “ kok bisa nabrak mas?” fiuuh ya sudahlah jujur saja apa adanya ?saya beneran ga lihat pak” desakku “kenapa?”, “saya tunanetra sebelah + glaukoma cogenital” males juga menjelaskan hal ini tapi mau bagaimana lagi. Pertolongan Allah itu dekat pada hamba-Nya kawan
sampai di rektorat aku merasa sedikit tenang karena rasa bangganya bisa masuk ke gedung yang tiap hari aku lalui ini. Istighfar.... sebentar lagi ketemu pimpinan keamanan nuih... cemungudh eaa
saat menaiki tangga ke lantai dua mas satpam berlari mengejar dan berbincang dengan teman satpamnya yang ada disampingku “ada saksi kunci, ada saksi untuk pembelaan masnya ini” aku tak begitu menghiraukannya coz bagaimanapun juga kalau udah UGM pasti ujung ujungnya mesti membicarakan masalah uang. Pertolongan Allah itu dekat pada hamba-Nya kawan
yup sampailah aku di ruang pengadilan (lebay) . Aku duduk disamping pak mustofa dan dua mas satpam tadi. Pak mus langsung menjudge dengan membicarakan soal peraturan jika ada aset kampus yang dirusak pihak intern atau ekstern maka ia wajib mengganti (nah loe Zan...2.5 juta makan apa kamu) . “tapi pak masnya ini punya sedikit hambatan fisik yang bla bla bla” mas satpam 1 membela “iya tapi itu sebuah konsekuensinya”. Mas satpam 2 mempersilahkan seorang kakek kakek yang tidak asing bagiku oh noo... itu kakek yang tadi menolongku. Pertolongan Allah itu dekat pada hamba-Nya kawan
Jadi begini mas, lanjut pak mustofa, itu portal gate namanya **** (sensor) kami beli dari Itali yang kualitasnya bisa mas cari di internet dan itu bisa ribuan kali buka tutup, untuk harga ada di kisaran 3.5 juta WHATS.. SAYA BUKAN MAU BELI LAGIAN KOST SAYA TIDAK MEMBERLAKUKAN KIK . MasyaAllah kok jadi 3.5 juta mahal bagey untulk satu portal itu. Pertolongan Allah itu dekat pada hamba-Nya kawan
Kakek tadi langsung angkat bicara , “masnya ini tidak sepenuhnya salah karena beberapa meter sebelum masnya ini keluar, portal masih terbuka dan saat masnya pas di tengah tiba-tiba portalnya ditutup entah itu ada faktor kesengajaan atau tidak tapi kenapa yang disitu pada ketawa dan bla bla bla” beliau menjelaskan befitu apik dan hebatnya kakek tadi juga tau kondisi fisikku. Pertolongan Allah itu dekat pada hamba-Nya kawan
Ya sudah berhubung dengan alasan kemanusiaan maka mas hanya saya nasihati untuk lebih berhati hati kata pak mustofa, kakek tadi juga mengatakan hal yang sama dan mas satpam hanya tersenyum. Alhamdulillah KTMku kembali tanpa harus keluar uang 3.5 juta sungguh pertolongan Allah itu dekat pada hamba-Nya
Itulah kawan , Allah menegurku sekali lagi untuk tidak menganggap remeh dan suudzon pada orang lain yaitu pada satpam dan kakek tadi
Astaghfirullah sampai di kost aku baru ingat ada amanah untuk membelikan air dan permen untuk teman-teman.................................bingung
Wednesday, 6 July 2011
PERJALANAN 4 SAHABAT DI KOTA PELAJAR (bag 2)
klik disini untuk membaca post sebelumnya
*********************************************************************
Kata teman teman “hidup di Jogja itu kalo baik maka akan baik banget , kalo jelek ya jelek banget dan kalo ada ditengah tengah maka tidak akan bertahan lama alias ga betah” karena itulah aku dan Jojon inisiatif nyari wisma yang notabene lingkungannya islami banget jauh dari hiruk pikuk gemerlapnya kota Jogja
Malam ini kita berempat bermalam di wisma al madinah tempatnya mas Tulus. Kita dibolehin tidur dikamarnya. Dengan agak basa basi kita masuk juga di ruangan 2,7x2,7 meter itu
“lha mas Tulus tidur mana?” Tanya Pras
Ntah dijawab apa aku ga tau soalnya kurang jelas dengarnya hehe thanks ya……..
4 kura-kura Dalam 1 Tempurung
Kira kira begitulah kondisi kita haha, Udah Jam stengah sepuluh dan kita malah ribut soal posisi tidur yang efisien. Setelah wudhu kita ambil posisi tidur yang udah disepakati sebelumnya
tapi ….arghh… apalage seeeh…
Jojon ga mau tidur menghadap tembok karena ia takut jika nanti didekatnya ada pocong , ntah darimana ia dapat pemahaman klenik seperti ini
“lha di tipi tipi horror kayak gitu og pak” hmm kini aku benar benar paham seberapa penting dampingan orang tua terhadap tontonan anaknya
Di pojok kamar ada benda aneh seperti tabung elpiji, aku heran aja apa benda itu ya
“pak ini apa tho kok apik banget?”
“itu megiger jan”kata Rian
“megiger tempat nasi itu tho ow… di belakang sepeda motor matic juga ada megiger lho”
“itu tempat helm…”
Hahha ada…… aja yang diomongin (nb:megiger:magic jar)
Kenapa Jam 11 baru Tidur??
1. ketakutan Jojon dengan masalah pocong dan suara cetak cetik yang aneh
2. Aku yang mbolak balik badan karena terganggu dengan suara “cetak cetik yang berulang ulang”
3. Rian yang ngomel ngomel karena merasa terganggu dengan Jojon dan Aku
4. Pras yang sibuk dengan HP gaulnya dan usut punya usut ternyata dialah biang cetak cetik itu
Keesokan Harinya……..
Waktu udah jam stengah lima kurang samar samar aku dengar adzan hoahm…. Ternyata Cuma aku yang dengar yang lain pada pules. Orang pertama yang kubangunin adalah Rian
“pak bangun pak, dah adzan”sambil menepuk pinggulnya dengan pelan tapi setelah berulang ulang melakukan hal yangsama ternyata hasilnya tidak memuaskan maka aku ganti metode yang cukup ampuh
“PLAAAKK….” Aku tepuk pantatnya dengan super keras dan diapun langsung berkoar koar haha
Good Bye Wisma Lets Go On
Setelah berpamitan kita langsung meluncur ke TKP Graha Sabha Pratama(GSP) . jangan kira ini menjadi perjalanan yang mudah karena kita harus jalan lebih jauuuuh dari sebelumnya.
Masih jam 8 , jadwalnya jam 9 jadi makan dulu deh kita di warteg lumayan murah dan mengenyangkan ternyata, kita melewati beberapa fakultas yang subhanallah keren banget pengen poto poto tapi baterai HP udah habis
Sampai di GSP aku dan Jojon langsung liat pengumuman di depan GSP. WALAH TESKU MASIH JAM 1 beruntung Jojon yang tesnya jam 9. Dengan sedikit kecewa aku nunggu sama Rian dan Pras
Lagi lagi ada…. Aja yang diomongin sepertinya kita udah kayak saudara kandung.
Waktu itu ada mas mas dengan jaket almamater nawarin makanan
“nasi kuning 5 ribu mas?”
Dengan pede Rian menawar“ SERIBU MAS” glek hwek agak keselek juga aku dengarnya
“gile pak tuh nasi bungkus bukan rambak kali”
Kita tertawa dan masnya juga ketawa sambil pergi nawarin ke orang lain
Tak lama masnya datang lagi
“5 ribu mas?”
Lagi lagi Rian “tadi kan udah” dengan tersenyum
Ehhh masnya balik lagi tapi kali ini ga nawarin , udah kapok kali ya dia. Anehnya setelah itu ga ada lagi mas mas dan mbak mbak yang nawarin makanan atau stiker ke kita, aku sih Cuma ambil kesimpulan
“eh pak ,sepertinya mase tadi dah memprovokasi teman temannya agar tidak nawarin jualan ke dua orang pedalaman ini (kita .red)”
Alhamdulillah mas Wahyu dan mas Topik(Taufik) dah datang, mereka juga diterima taun ini dan untungnya mas Topik satu fakultas denganku hehe itung itung ada temannya gitu
Tambah rame aja kumpulan anak anak sukoharjo di GSP ini apalagi ditambah mas mas UGM yang datang ikut nimbrung(alumni smansa semua) . seandainya Rian dan Pras jadi mengambil UGM yang udah ditangan itu mungkin akan sangat lengkap deh haha
Owh ada lagi mas mas yang nawarin nasi kuning
“mas 5 ribu nih”
Yang jawab Rian lagi“ lhawong tadi ada yang nawarin nasi kuning plus air putih aja Cuma 3 ribu og”
“trus dibeli??”Tanya masnya
“ENGGAK” haha sarap juga anak ini
Adalagi mbak mbak yang nawarin stiker
“mas stikernya mas”
Yang jawab Rian lagi (heran deh nih anak kenapa sih?)
“liat liat dulu ya mbak” sambil belagak mbolak mbalik stiker logo UGM
“yang UNS atau UNIVET ga ada ya” mbaknya udah bertampang ga enak
“hm yowis ga jadi mbak” hahaha ngakak abis dah liat mbaknya tadi
Karena tesnya jam 1 dan Pras dan Rian keburu pulang, akhirnya kita berpisah juga disini. Aku dan mas Topik langsung nyari tempat dan bodohnya aku ga ngapalin ruangannya yang kucatat hanya nomer kursinya, yaudah balik lagi ke papan pengumuman, masya Allah banyak banget orangnya. Setelah berjuang mengalahkan desakan lautan manusia ?”ruang A”
Ah TOEFL is ….. sleepy
Iya kawan, di tes TOEFL tenagaku udah abis karena belum makan trus ruangan yang ber AC juga menambah rasa kantukku benar benar tak tertahankan.
Aku sama sekali tidak membaca soalnya haha dari sekitar 150 soal hanya kubaca tak lebih dari 5 soal selebihnya gambling
Good Bye Jogja………
Setelah tes sebenarnya aku berencana nginap di rumah simbahnya Jojon tapi berhubung persediaan baju dan celana udah ga ada akhirnya aku tekatin aja pulang dengan menerapkan apa yang sudah kupelajari sebelumnya toh akhirnya nyampe rumah juga.
Saat sampai di Solo aku bergumam “mungkin Solo lebih nyaman dari Jogja? “ tak taulah liat aja nanti kemana nasib membawaku
PERJALANAN 4 SAHABAT DI KOTA PELAJAR (bag 1)
Ini adalah catatan 2 hari satu malam kita di Jogjakarta dalam rangka mengikuti tes TOEFL di UGM
***************************************************************************
Problem In Trip………………
Senin sore 4 Juli 2011 aku berencana ke jogja untuk mengikuti tes wajib maba di UGM yang diadain besok paginya. Masalahnya aku belum pernah ke jogja sendirian maka terciptalah joinan yang apik
“Jon kita ke UGM bareng Yak” pintaku dan dia menjawab dengan suka cita ,
“dah per nah ke Jogja via kereta tho?” pertanyaan yang sangat kuharapkan akan dijawab dengan Oh tentulah bro….
“belum” jawabnya polos
Teman selalu ada saat kita dalam kesulitan dan itulah yang coba aku aplikasikan sekarang. Jadi aku minta Rian sebagai guide kita di jogja hehe karena dia juga diterima di UGM (dengan sangat kecewa ia menolaknya tanpa sebab yang belum diketahui) . seperti biasa Rian pasti juga akan mengajak Pras, kenapa? Hmm biarkan ini jadi misteri
Lets Go…………
4 anak manusia ini rencana ngumpul dulu di rumahnya Pras jam 2 , tapi ntuh rumah pas aku samperin malah tutupan pintunya okelah berhubung cuaca juga panas aku putuskan nyari es campur dulu hehe. Tak lama setelah itu ada inbox dari Rian yang kayaknya sedang bingung dan dongkol abis
“jan kamu dimana tho?”
“aku di es campur bro, seger abis” tak kebayang bagaimana ekspresi tuh orang haha tapi yang jelas tak kurang dari 5 menit dia udah nyampe
“buk es campur satu” aseeem ternyata dia juga sama aja
Stelah ngobrol ngalor ngidul kita balik ke rumah Pras dan semuanya sudah terkumpul , tanpa banyak cingcong kita langsung ke jalan raya buat nyetop bis yang ternyata kita semua ga tau harus naik bis yang mana
Aku dengan sok pede menjelaskan dengan teoritis kalo kita harus naik bis wahyu warna biru. Tak lama kita udah dapet itu bis dan…….. TERNYATA SALAH NAEK untung aja bang kenet PDKT sama kita akhirnya kita oper bis di pasar sukoharjo BODOHNYA LAGI AKU BARU SADAR CUMA AKU YANG BAYAR 2000 UNTUK SAMPE KE PASAR YANG JARAKNYA TAK LEBIH DARI 100 METER kenapa tuh 3 orang ga bilang bilang sih
My First Prameks
Kita turun di stasiun Purwosari . disini banyak sekali yang aku tanyain sama Rian tentang seluk beluk perkereta apian dari harga tiket, jam, trus stasiun apa aja yang dilewatin untuk sampai ke stasiun Tugu Jogja. Intinya banyak hal yang kupelajari agar nantinya ga bingung
Tiket dah dapet , kereta udah jalan siippp sepanjang perjalanan dari ngumpul sampai kita di Jogja tak hentinya kita ngobrol dan banyol banyolan haha ada aja yang diomongin dari masalah harga tiket, masalah keluarga, masalah wanita idaman, masalah fatwa MUI, masalah pencalonan Pak Jokowi yang mangstap itu sampai mengangkat hal yang tabu untuk layak diperbincangkan
The First Step………..
Kita nyampe di Tugu sekitar jam stengah 6 lebih dikit, berhubung Pras lagi puasa dan ini sudah memasuki waktu maghrib maka kitapun inisiatif cari angkringan setelah itu nyari masjid. Tak membuang waktu lama kita langsung menuju selter Trans Jogja yang buseeeet jauh gila bro
Sembari menunggu bis datang lagi lagi ada aja yang diomongin dari masalah bagaimana prospek usaha angkringan jika didekatnya ada warung obonk steak (heran deh masalah orang aja yang diurusin) sampai masalah kehidupan malam di Jogja dan aku baru sadar kalo tadi shalat maghrib di sekitar gang sarkem haha
This is my first Trans Jogja dan aku sudah banyak bertanya sama Rian tentang jenis transportasi ramah lingkungan ini (karena warnanya ijo)
Kita turun di dekar RS Sardjito karena sebelumnya udah janjian sama mas Tulus mau ketemuan di masjid selatan RS Sardjito. Setelah sholat Isya kita ketemu Mas Tulus yang lagi mboncengin temannya with sepeda motor , karena kita udah tau wismanya akhirnya jalan kaki jadi solusinya
Ajegile ternyata jauuuuh abis kita jalan dari situ sampe utara FT untungnya mas tulus bawa teman lagi, kali ini kita diboncengin juga deh haha letih euy……
Bersambung…………………………………………….








