Selalu Jaga Amanat Ilmiah Kawan!!! Opini | CORETAN KEHIDUPAN
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Friday, 16 November 2012

The Lost Moment


Wow tidak terasa sudah empat tahun lebih usia blog ini, berbagai suka duka sudah terpatri dalam lusinan postingan

Tapi kenapa statistik view masih sedikit? *glek

Kamu menulis untuk apa dan untuk siapa?

Itu adalah pertanyaan besar yang menjadi tonggak dibukannya blog ini, blog dengan tagline Coretan Kehidupan untuk masa depan.

Suatu hari Saya mendapatkan pencerahan dari Sensei-komputer yang mengajar mapel TIK di SMP, beliau memberitahu sebuah barang bagus di internet yang bisa membuat seseorang menjadi terkenal dengan mudah. 

Wow. Sebagai seorang remaja yang sedang dalam puncak masa pertumbuhan mental, hal ini sangat menstimulasi sikap scizo grandeur. Bisa terkenal dengan mudah melalui internet itu artinya akan dikenal di penjuru sekolah, jika sudah dikenal maka status interesting value Saya akan meningkat hingga menyaingi ketua OSIS. Sebagai anggota klan siswa tak populer di sekolah, cara cepat ini sangat dibutuhkan dan harus segera direalisasikan

“Apa itu Pak?”

“Blog”

Apa itu? Sejenis game MMORPG? SosNet?. Untuk lebih jelasnya Saya terangkan dibawah ini
(di putihin teksnya biar tidak dianggap spoiler)



Lalu apa? Menulis? Apa yang harus ditulis? Kenapa juga harus menulis? Dan kenapa harus dibaca orang lain? Ternyata Sensei-komputer tidak memberikan cheat yang langsung tembus dengan cepat agar level kepopuleran Saya cepat meningkat. Akhirnya Saya putuskan untuk memilih main DOTA aja daripada nulis-nulis gajelas, sampai lulus pun ketua OSIS masih menduduki kasta tertinggi.

Tahun pertama di SMA
(heran kenapa postingan Saya banyak flashbacknya sih)

Jamannya FS digandrungii anak-anak super gaul yang masih labil dengan internet. Beragam username aneh terpampang di atas foto si pemilik akun yang sudah bisa ditebak bagaimana posisi angle kameranya (sudut kemirinagn 120 derajat ke samping atas). Bahasa-bahasa aneh yang ditulis dengan kombinasi huruf dan angka serta di fusion dengan elemen penyingkatan yang ekstrim mulai bermunculan

Merasa unggul dalam kedewasaan berinternet akhirnya Saya memutuskan membuat yang beda yaitu FB, saat itu masih jarang sekali yang punya FB, bahkan di kelas Saya adalah satu-satunya orang yang punya akun FB *yeah. Sebenarnya akun tersebut sudah saya buat sejak SMP tapi berhubung usernya masih dikit akhirnnya di hibernasikan

“Ha, kamu punya FB?”

“Ajarin dong”

“Iya ajarin dong buatnya”

“Sombong ga mau ngajarin”

Wow Saya berasa keren sekali saat itu seakan-akan Sayalah founder FB, tapi tetap saja masih kalah keren dengan ketua OSIS

Singkat cerita, suatu hari Saya mengupdate status “rasanya pengin memelihara blog”. Sebenarnya saat itu Saya baru saja membaca artikel di PC Media yang membahas tentang dunia perblogkingan. Semangat remaja yang meledak-ledak selalu terpicu oleh sesuatu yang baru.

Sensei-komputer, maafkan Saya yang telah meremehkan saran Anda dengan malah bermain DOTA

Beberapa saat kemudian ada komentar yang intinya mereka juga tertarik membuat blog. Woaaah … senang sekali ada teman ngeblog. Ya, teman ngeblog adalah salah satu motivasi aktivitas blogging Saya

Di bilik no 8, Warnet baru dekat rumah

Blog telah dibuat dengan URL bebekculun, karena berbagai hal terkait penamaan url Saya memutuskan membuat yang baru yaitu bebekasik. KENAPA PAKE BEBEK-BEBEKAN SIH. Mudah saja menjelaskannya, bebek itu enak jika digoreng garing dengan tepung dan saat membuat blog itu Saya sedang lapar *beneran

SEKARANG, UNTUK APA DAN UNTUK SIAPA SAYA MENULIS?
Orang yang hanya asal ngeblog atau lebih tepatnya orang yang hanya memiliki semangat ngeblog maka lambat laun (rata-rata tak lebih dari setahun) blog itu akan hibernate perlahan-lahan dan akhirnya menjadi blog tak bertuan :ngeri

Saya sering melihat teman atau orang di SosNet yang sangat semangat sekali saat blog perdanya dibuat, berbagai postingan dibuat hampir setiap hari, blogwalking kemana-mana, nempelin tautan dimana-mana (termasuk Saya yang masih sinis dengan ketua OSIS). Tapi entah kenapa seiring dengan berjalannya waktu blog tersebut menjadi terbengkalai

Karena itulah diperlukan sebuah pertanyaan For who and For What?

Saya membuat blog ini hanya sekedar sebagai tempat menumpahkan ide-ide Saya. Oke, Saya tahu alasan tersebut terlalu mainstream di kalangan blogger. Lebih dari sekedar menuangkan ide, Saya lebih menempatkan fungsi blog sebagai kotak harta karun.

Harta karun yang didalamnya terdapat berbagai kenangan dan buah pikiran yang terpatri dalam sebuah catatan, Yup, sebuah catatan kehidupan untuk masa depan

Masa depan?

Ini akan menjawab pernyaan “untuk siapa?”
Saya mempersembahkan harta karun in untuk generasi penerus keturunan Saya, Saya ingin anak-anak dan istri Saya kelak membaca ini semua dan Saya berharap mereka akan menganggap Saya laki-laki yang keren walau tak sekeren ketua OSIS

Kau tahu, itulah sebabnya blog ini tetap Saya pelihara sampai sekarang meski statistiknya tidak memenuhi standar SEO. Tujuan blog ini bukan dibaca oleh banyak orang, tapi tujuan utama blog ini adalah untuk menuliskan catatan yang kelak akan dibaca oleh seseorang.

Sampai seseorang itu datang, Saya akan tetap mengisi kotak harta karun ini sebanyak-banyaknya

Nb: orang yang saat itu menemani Saya untuk aktif ngeblog adalah Tante danAmik

Wednesday, 2 May 2012

Akhirnya Bisa Menontonnya


Setelah semalaman bertani akhirnya pagi ini bisa menikmati film Surat Kecil Untuk Tuhan(SKUT) tak apa walau dibilang jadul karena yang lain udah jauh hari menontonnya. honestly sudah bisa ditebak di setiap scenenya ada adegan crying-crying, tetapi dari sekian banyaknya adegan tangis-menagis itu yang berhasil menyentuh adalah di scene disaat Keke mengerjakan soal UN begini nih ceritanya (aku putihin ya biar ga dibilang spoiler)







Jadi begitulah ceritanya, sedih bukan?

#serius

Kita ambil nilai dari film itu yaitu masalah rumah tangga yang bermasalah atau broken home. Ada seorang teman yang dia juga mengalami hal tersebut dan tentu saja seperti kebanyakan anak lainnya yang mengalami hal yang sama ia begitu labil karena minim perhatian dari orang tuanya.

Setega itukah orang tua? bukankah seharusnya dengan kehadiran seorang anak justru semakin mempererat hubungan batin di antara suami istri. bukankah Allah ta'ala telah berfirman "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik" (Ali-Imran: 14) kenapa masih saja memperturutkan ego dan hawa nafsu padahal Allah telah memberikan yang terbaik, kenapa kurang bersyukur atas nikmat Allah yang telah diterima? dan apa yang dikaruniakan kepada orang tua hendaklak dijaga, dirawat dan dilindungi

Anak adalah buah kasih dua insan manusia yang tiada terbeli oleh apapun begitu pula dengan rumah tangga. Aku heran bagaimana bisa dengan mudah kasus-kasus perceraian itu makin banyak terjadi di zaman sekarang padahal kata bapak orang dulu itu jarang bercerai, lihatlah kakek nenek kita dengan seluruh keluarga besarnya. mungkin terlalu dini untukku untuk memahaminya tetapi alangkah baiknya jika kita bisa mempelajarinya dari sekarang :D agar kelak bisa mengatur perencanaan sebuah rumah tangga yang sakinah, mawanah wa rahmah

Sekali lagi, jangan kerjaannya cuma pacaran doang. apa kamu yakin pacar kamu sekarang adalah jodohmu kelak? bagaimana kalau tidak? "aku bunuh dia" kata seseorang di kampus (ga usah dibahas). kecenderungan rumah tangga yang gagal kebanyakan diawali dari proses yang salah pra nikah dan salah satu pemicunya adalah pacaran karena dalam pacaran modusnya memberi yang terbaik dengan kelihatan baik didepan pasangan so jangan heran kalo ada teman yang mau berangkat ngapel ia di rumah sibuk mandi dengan sabun super wangi, gosok gigi dan shampoan padahal biasanya jauh dari itu, dandanan rapi pakai minyak wangi 5 ribuan di alfamart, motor pinjam punya teman dan paling takut kalau telat menjemput sang pujaan hati subhanallah andai saja dalam beribadah ia juga seperti itu, shalat tepat waktu, dandanan rapi dan segar saat di masjid

Dalam pacaran jarang sekali seorang pasangan mengetahui sifat di balik segala yang baik-baik dari sang kekasih dan tentu saja ketika mereka berkomitmen untuk menikah disitulah letak awal kegoncangan badai asmara prahara rumah tangga (ngeri amat)

Madu cinta akan terasa kurang manis atau bahkan hambar karena sudah dihisap sedikit demi sedikit begitulah gambarannya dan hal-hal yang disembunyikan satu demi satu terlihat tak mampu ditutupi dengan kebaikan-kebaikan yang sama seprti saat pacaran karena sang kekasih sudah terlalu 'bosan' dengn itu

Jadi masih ingin pacaran? entah terang terangan atau yang terselubung a.k.a pacaran islami?

Alangkah indahnya kesan pertama, alangkah indahnya jika madu itu tetap utuh belum tersentuh dan  alangkah beningnya gelas yang belum tergores bunga yang masih segar begitu menyejukkan dan meneduhkan pandangan dan tentu saja dengan ridha Allah ta'ala insya Allah kebahagiaan rumah tangga bisa dirasakan sampai saatnya bersua kembali di surga nanti

BTW Kenapa pembahasannnya jadi melebar kemana-mana dan ujung-ujungnya lari ke masalah yang sama hehehe

Sunday, 29 April 2012

Bahasa Arab ??

Tak kusangka ternyata ada mata kuliah bahasa arab, walaupun statusnya hanya opsional tapi bagiku ini adalah primary opsional. Disisi lain ada bahasa belanda yang laris manis memikat banyak mahasiswa semester 2, tanpa banyak pikir kutulis saja di KRS manual itu mata kuliah bahasa arab dengan bobot 2 SKS. waktu itu banyak selentingan kelas ini akan dibubarkan karena sedikit peminatnya, total hanya 7 mahasiswa tingkat pertama saja yang mengambilnya dan 2 mahasiswa lama (kayaknya udah tingkat 3) kemudian gugur 1 orang

Kelas ini walaupun secara kuantitas sedikit tapi secara kualitas aku sangat merasa kecil sekali di ruangan 20m2 itu. bagaimana tidak gan level rival-rival disini udah pada tingkat dewa(sebagian). dari 7 mahasiswa tingkat satu hanya tiga yang berasal dari sekolah negeri a'k'a umum termasuk aku tapi setelah yang satu gugur kini hanya tingal 2 saja, tapi untunglah bu dosen menyamaratakan kami sehingga pelajaran diawali dari dasar

Awalnya kukira KBM akan berjalan dengan mudah karena alhamdulillah 5 bulan sebelumnya aku sudah dapat pelajaran nahwu (al muyassar fi ilmi nahwi dan mukhtarot qowaidul lughoh) ternyata metode pengajarannya benar-benar berbeda, dahulu akh Fitri dan akh ferdi menjelaskan harf-'alamatul ismi membutuhkan waktu 1 jam belum termasuk latihannya, di kelas ini penjelasan harf-jenis jenis isim dan fi'il diterangkan hanya dalam 1,5 jam saja. aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika aku benar-benar memulai kelas ini tanpa bekal pasti hancur di jalan atau kemungkinan terbesar moving class ke bahasa belanda

Jadi  disarankan bagi mahasiswa non sastra arab jika mengambil bahasa arab pastikan kalian mempunyai dasar-dasar ilmunya, kitab yang aku sarankan adalah al muyassar fi ilmi nahwi untuk memperdalam kaidah nahwu dasar dan mukhtarot qowaidul lughoh al arobiy untuk memperdalam sorofnya, hanya saja kalian akan tetap kesulitan untuk permasalahan mufrodad, itulah yang kurasakan tapi alhamdulillah kemarin dapat kiriman dari teman di jakarta kamus Muh. Yunus yang bagus untuk menghafal mufrodad. sekarang permasalahannya adalah waktu saja

So jangan takut dengan kelas bahasa arab atau jangan meremehkannya, dulu aku sempat medengar selentingan dari teman "ngapain ngambil bahasa arab kan bisa dipelajari sendiri toh di Al Qur'an sudah ada terjemahannya" sungguh perkataan yang tanpa dasar, walaupun hanya ilmu alat tapi bahasa arab begitu penting kenapa? karena Kitabullah dan sunnah nabi ditulis dalam bahasa arab dan kitab-kitab ulama pun ditulis dalam bahasa arab, tapi kan udah ada terjemahannya? kalau kita mempunyai kesempatan mempelajarinya kenapa tidak? terlalu taqlid pada terjemahan rasanya akan kurang karena kita tak akan bisa merasakan bagaimana emosi sang penulis(ulama) dalam kitabnya melalui kata-kata pilihannya selain itu banyak kosa kata arab yang tidak bisa diartikan secara leterlek ke dalam bahasa Indonesia

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”
Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf) via Badaronline

Bagi yang memulai dari 0 dalam belajar bahasa arab tak perlu pesimis (sebenarnya aku juga pesimis) hanya karena melihat temannya sudah menguasainya, ini cuma persoalan waktu, mereka memulainya jauh lebih dulu dibandingkan kita jadi wajar dong *membeladiri

Di sekitar kampus UGM banyak sekali lembaga yang menawarkan jasa pembelajaran bahasa arab, diantaranya ma'had Ali bin Abi Thalib di UMY ini paling bagus karena sistemnya seperti kuliah dengan konsentrasi bahasa arab, pengajarnya pun dosen yang ahli di bidangnya kemudian ada ma'had Umar bin Khattab ini paling dinamis dengan mahasiswa karena seluruh komponen kepengurusan dipegang oleh mahasiswa(UGM,UNY dll) di bawah Yayasan Pendidikan Islam Al atsary Yogyakarta, staf pengajarnya juga mahasiswa yang tentu saja sudah senior hehe pasti merasa lebih nyaman kan jika ustadznya bisa menjadi tempat curhat masalah dunia perkuliahan. nah sekarang tinggal kita mau pilih yang mana hehe untuk ma'had Ali masa studinya 1 tahun sedangkan ma'had Umar hanya 9 bulan bisa kurang jadi sekitar  6 bulan jika mengambil semester pendek saat liburan semester  dengan 3 tingkat kelas muyassar untuk tingkat dasar, mukhtarot tingkat menengah dan mulakhos untuk lanjutan dengan target santri mempu membaca kitab-kitab asli ulama, untuk kaidah percakapan tidak dipelajari disini

info lebih lanjut ma'had Ali:klik disini
Info lebih lanjut ma'had Umar: Klik disini

Saturday, 28 April 2012

Terselubung Rindu di Balutan Embun



Terselubung Rindu di Balutan Embun

Secawan asa, Secawan rasa
Rindu ini kian menyesak
Melemahkan setiap bingkai kata
Di dalam ceruk-ceruk masa


Sepintas rindu, Sepintas bayu
Harum rindu kian beradu
Menderum-derum di ujung kalbu
Menyeruak lembut di setiap pelupuk


Tersisa harap, terasa gelap
langkah gontai tak tentu arah
Siapa punya?, kata Chairil Anwar
Tak ada jawab di ujung jalan


Sebersit tanya, terusik cinta
Pada insan mana?
Entahlah!
Wanita mana?


Sudahlah kawan ini hanya permasalahan waktu saja

.

*****************************************

Apa salahnya menikah di usia muda? bukankah itu mampu mengurangi madharat di era kebebasan seperti saat ini? lihatlah kawan remaja sekarang sudah mengenal pacaran sebelum logika mereka matang. aku tak habis pikir bagaimana bisa seorang laki-laki rela melakukan apapun demi teman wanitanya yang tentu bukan siapa=siapa untuknya hanya saja secara dzohir mereka melegalkan hubungan mereka dengan nama pacaran. ya pacaran sebuah hubungan yang diikat oleh ikrar anak kecil , "mau jadi pacarku?" kata si laki-laki "ya" si wanita mengangguk tanda mengiyakannya, hanya sebatas itulah ikatan itu dibangun, mana janji dengan orang tua? mana janji di hadapan Rabb Yang Maha Sempurna?mana komitmen mereka? tidak ada selain meperturutkan hawa nafsu

Laki-laki kalau seandainya tak mampu menahan diri dari menundukkan pandangan niscaya wanita yang ada di matanya sudah ia telanjangi, itulah fitnah terbesar sampai Rasulullah bersabda  ”Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar bagi kaum lelaki melebihi fitnah wanita” (HR Bukhari dan Muslim). wanita zaman sekarang banyak yang termakan mode sampai-sampai ia mempertaruhkan harga diri dan agamanya untuk menarik perhatian atau mengobral diri di depan laki-laki yang tidak halal baginya

Lebih parahnya mereka mengcover gaya pacarannya dengan label Islami, semudah dan seberani itukah mereka mengubah aturan mengenai pergaulan lawan janis non mahram yang sudah ditetapkan syariat? apa dengan label Islami segala aktivitas ikhtilath dan khalwat bisa ditolerir seenak hati?

Apa mereka tidak pernah memikirkan masa depannya? tentang agamanya, tentang keluarga, tentang kelangsungan hidupnya dan tentu saja tentang anak-anaknya kelak? memang tak habis pikir memahami tingkah polah remaja zaman sekarang yang sudah mulai 'pintar'

aku masih ingat nasihat dari ibu guru di kelas dulu "seburuk apapun akhlaq seorang wanita kelak pada waktunya(saat mencari pasangan hidup) ia akan cenderung pada laki-laki shalih yang ia harapkan mampu menjadi imamn dan pelindung bagi dirinya dan anak-anaknya nanti, begitu pula dengan seorang laki-laki, seburuk apapun dia pasti akan cenderung pada wanita shalihah yang ia harapkan menjadi teman hidup dan bidadarinya juga sebagai pendidik bagi buah hatinya kelak"

Lalu kenapa kita tak berusaha menjadi laki-laki yang shalih atau wanita yang shalihah?kawan, kalau memang kita mencintai dia buktikanlah dengan keberanianmu untuk menikahinya bukan justru melarikannya setiap malam minggu, mana tanggung jawabmu

@Rumah sendiri di pelukan embun pagi yang lembut

Sunday, 18 December 2011

Tegakkan Khilafah , Renungkanlah!!

Lama-lama sumpek juga jika melihat dan mendengar aksi aksi separatis mereka. Berkoar-koar tidak jelas dengan dalih demi penegakan Khilafah di Indonesia atau gampangannya menginginkan pemerintahan yang benar-benar merujuk pada syariat Islam seperti masa kekhalifahan shahabat Abu Bakar As Siddiq radhiallahua'anhu, Umar bin Khattab radhiallahua'anhu, Ali bin Abi Thalib radhiallahua'anhu


Aksi yang mereka lakukan dengan turun ke jalan seakan tidak memperdulikan adanya ikhtilath (bercampurnya ikhwan dan akhwat) semangat mereka tak luntur karena teriknya matahari. Spanduk-spanduk bernada tak puas dengan pemerintah juga turut menghiasi aksi heroik tersebut


Lalu apakah jika aku berkata demikian berarti aku bukan orang Islam dan cuek dengan syariat? akhi lihatlah diri kita terlebih dahulu, lihatlah orang-orang terdekatmu terlebih dahulu sudahkah kita berpegang teguh pada sunnah Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam dan sudah khulafaur rasyidin tang terbimbing?? sudahkah kita menyelamatkan diri kita sendiri dan keluarga


renungkanlah “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)


Aku tak habis pikir kenapa seorang akhwat pun ikut mewarnai sorak sorai kerumunan itu, apakah itu mereka lakukan dengan dalih demi dakwah? Dakwah seperti apa ya ukhti? Bukankah Rasulullah telah memrintahkanmu untuk menjaga diri di rumah-rumah dan juga menjaga diri dari pandangan-pandangan yang haram? Lalu apa jadinya jika dirimu turun kejalan meneriakkan pekikkan pekikkan keras


Ya ukhti renungkanlah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab:33)


Hmm aku melihat mereka juga berpartai-partai (bisa dilihat dari yang memback up aksi tersebut) . Saudaraku kenapa juga engkau berusaha mengkotak kotakkan ukhuwah dengan membentuk partai? Engkau bilang ini demi penegakan khilafah? Tapi aku pikir ini justru akan memecah belah, saudaraku.. lihatlah sekarang betapa banyak orang yang terlalu sibuk dengan urusan partai , mereka begitu fanatik dengan partainya bahkan saudara sendiri yang di partai lain pun ikut dimusuhi karena tidak sepaham dengan ideologi partainya


Ketika engkau membaca ini mungkin engkau beranggapan aku tidak peduli dengan nasib syariat Islam di negara dan menganggapku hanya sibuk dengan membolak balik buku saja, TIDAK sungguh tidak seperti itu yaa akhi , beliau Syaikh al Albani pernah mendapat pendapat seperti itu maka beliau menjawabnya “ Bukankah jutaan anggota partai itu memerlukan dokter-dokter medis..? Sudah tentu anda mempunyai ratusan dokter medis bahkan ribuan. Bukankah mereka ini juga memerlukan dokter rohani menurut istilah orang sekarang..? Justru dokter-dokter rohani inilah yang lebih penting dan lebih dibutuhkan. Apakah ada pada mereka dokter-dokter rohani yang jumlahnya cukup untuk sejumlah besar anggota partai ini..?”


Kemudian beliau melanjutkan Seandainya kalian ini dalam suatu hari dapat mengibarkan bendera negara Islam dengan cara-cara revolusi, sedangkan rakyat ternyata tidak siap untuk menerima berlakunya hukum-hukum Islam, mungkin kalian akan menjawab: ”Kita buat satu atau dua peraturan pemerintah misalnya, melarang adanya bioskop, melarang wanita keluar tanpa berjilbab, dan sebagainya”. Mungkin sekali sebagian dari wanita yang menolak dari ketetapan tersebut adalah istri-istri kalian sendiri. Mengapa begitu? Karena rakyat sebelumnya tidak terdidik dengan syarat Islam. Lalu siapakah yang harus mendidik rakyat ini..? Tentulah para ulamanya. Apakah sembarang ulama bisa melakukannya..? Kemudian beliau membicarakan sifat ulama ahlul Qur’an dan Hadits yang mumpuni, berwawasan luas, serta teguh dalam mengamalkannya”.


Ya akhi telingaku kadang risih juga mendengar kalian menumbar aib aib pemerintah dengan mengatakan keburukan mereka, aku tak tahu perkara itu benar atau tidak tapi yang jelas masalah mengumbar aib di sini bukan sesuatu yang baik, saudaraku.. bukankah Rasulullah telah mengajarkan untuk menjaga aib ? Dan jika engkau melihat kelalaian dari ulil amri(pemerintah) maka engkau harus menemui langsung pemerintah tersebut dan menyampaikan urusanmu dengan baik


Saudaraku... patuhilah pemerintah sekalipun ia dzalim selama pemerintah tidak menyuruh bermaksiat pada Allah, sungguh tiap orang ada tanggungannya sendiri dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin, sabarlah saudaraku... hentikan aksi aksi itu!!


Saudaraku.. renungkanlah, bagaimana kita mampu membangun rumah bertingkat jika membangun gubuk yang nyaman saja belum bisa? Saudaraku... gunakan semangat membaramu itu untuk memulai dari sesuatu yang kecil dengan menghidupkan sunnah dan memperbaiki aqidah

Saturday, 18 June 2011

IPA APA IPS YAA?? BAHASA AJADEH, HAYO YANG PADA AMBIL RAPOT

Hari ini terima rapot ya ?, pasti dijamin naik Kelas deh kalo enggak buat apa repot-repot diadain remedial hehe begitulah kata-kata temenku yang terdengar merdu, membuat yang mendengarnya serasa diguyur cendol di musim kemarau *halah lebay banget sih*



Dua tahun lalu aku juga mersakan hal yang sama, naik kelas nggak ya trus nanti diterima dijurusan mana ya??aku rasa ini kekhawatiran yang umum dimana tiap siswa pasti merasakannya



IPS??? ya IPS itulah yang aku lihat dipengumunan, dalam hati bersyukur tapi orang tua sempat kecewa juga haha.



Hampir kebanyakan siswa pasti memilih IPA sebagai pilihan pertama dan IPS sebagai pilihan kedua sisanya harapan ke BAHASA . Walaupun dengan kemampuan pas-pasan, pasti kebanyakan emang begitu karena image IPA sendiri yangcenderung bagus “orang IPA pasti masa depannya cerah, orang IPS Cuma santai santai doing” begitulah kira kira stigma para orang tua, apalagi BAHASA lebih kejam lagi pandangan mereka(orang tua)



Aku sangat menghargai orang yang berani mengambil keputusan BUKAN peruntungan, contohnya “aku pilih IPS”,”aku ambil BAHASA” atau “aku yakin IPA” bandingkan dengan” ah gapapa ditulis IPA dulu aja sapa tau nanti diterima”walaupun sebenarnya kemampuannya bagus di mapel IPS atau BAHASA



Pasti deh pas ngumpul-ngumpul sama teman-teman sekelas pada heboh membahas ini , dan pasti juga tidak jauh jauh dari yang namanya saling merendahkan jurusan, “hah IPA ki opo , malah mumet dewe ngko, rambute iso botak ngarep”kata si IPS, “halah IPS ki soyo meneh, isone santai-santai tok, rambute iso botak mburi” balas si IPA disini si BAHASA tidak mau mempermasalahkan hal ini coz 99% mereka memilih BAHASA karena sudah sangat yakin dengan pendiriannya (Tanya deh sama anak BAHASA)*standing applause… yeaaah*



Sebenarnya semua itu tidak berguna dan hanya sementara karena apa yang mereka ambil sekarang baru akan dibuktikan di saat memilih jurusan kuliah (saatnya berbagi pengalaman 3 bulan terakhir)



Yeaah prodi untuk jurusan IPS keren-keren nih dan yang paling bergengsi apalagi kalo bukan FE(Fakltas Ekonomi) hehe kembali ke stigma orang tua yang tradisional, “orang FE pasti masa depannya cerah” seperti itulah haha, tapi aku sangat membenci mapel ekonomi apalagi akuntansi (lebih karena faktor guru sebenarnya). Tapi malah prodi ini yang pertama menerimaku



Dilihat di lapangan ternyata banyak anak IPA yang mengambil prodi IPS (padahal prodi khusus IPA aja udah banyak banget dibanding IPS) ini yang membuatku kesal banget sama anak-anak IPA YANG AMBIL IPC , karena mereka hanya akan membuat seleksi alam di IPS makin panas



IPA ke prodi IPS sih wajar ya, IPS ambil IPA?? ajegile kalo nggak botak depan pasti nggak bisa masuk *cape deh apa hubungannya???* ada temanku yang ambil IPC bilang “wah ilmu 2 taun neng IPA ora kanggo nho iki” nah lo dulu aja merendahan IPS haha (TETEP PRIMORDIALISME NIH YANG NULIS NOTEhahaha)



Udah ah kalo bahas kaya ini ga ada habisnya, mending syukuri aja apa yang akan kalian hadapi. Yakin deh kalian ga akan nyesel selama kalian sungguh sungguh, selalu camkan yang satu ini MAN JADDA WA JADA

Saturday, 14 August 2010

Ujian Akhir Nasional dan Kenyataan yang Ada


 

Sekilas tentang Ujian Akhir Nasional

Ujian Akhir Nasional (UAN) memang menjadi momok tersendiri di dunia pendidikan Indonesia. Ada kalangan yang sangat setuju dengan pelaksanaan UAN tapi di lain pihak ada juga yang menentang habis-habisan dengan mengatakan UAN hanyalah sebuah akal-akalan Pemerintah saja. Terlepas dari isu-isu negatif tersebut ,saya akan membahas masalah pro kontra UAN itu secara apa adanya.

. Pemerintah melalui Depertemen Pendidikan berharap dengan diadakannya UAN akan mampu meningkatkan standar mutu pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun. Selain itu, melalui UAN juga akan diketahui seperti apa kualitas pendidikan di Indonesia secara general (menyeluruh). Mengapa saya katakan bahwa Pemerintah melakukan penggeneralisasian pada UAN, hal itu dikarenakan Pemerintah sendiri memukul sama rata pada semua institusi pendidikan dari SD, SMP,SMA dan sederajat di seluruh wilayah Indonesia dengan standar penilaian yang sama untuk masing-masing tingkat.

Dari penggeneralisasian oleh pemerintah tersebut justru akan memunculkan suatu ketimpangan tingkat pendidikan antara wilayah satu dengan wilayah yang lain. Kita lihat saja secara kasat mata bahwa pada kenyataannya tingkat pendidikan di wilayah Indonesia Barat lebih tinggi daripada di wilayah Indonesia Timur. Ini juga mengindikasikan bahwa tingkat pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya merata. Sekarang kita bayangkan bagaimana bisa ketimpangan tersebut mampu disetarakan hanya dengan suatu standar nilai nasional yang terwujud dalam UAN. Sebenarnya kunci dari peningkatan mutu pendidikan nasional bukan terletak pada semakin tingginya nilai standar kelulusan nasional dari tahun ke tahun melainkan terletak pada sejauh mana tingkat pemerataan pendidikan itu sendiri.

Kontroversi Ujian Akhir Nasional

Sebenarnya program UAN yang dilaksanakan Pemerintah ini memiliki beberapa kontroversi, salah satunya adalah sistem penilaian hanya dilakukan pada satu bidang, yaitu bidang pengetahuan saja. Padahal harus diketahui bahwa mutu pendidikan tidak hanya dinilai dari aspek kognitif saja tapi juga aspek ketrampilan (psikomotorik) dan aspek sikap (afektif).

Dilihat dari aspek psikologispun pelaksanaan UAN ini sangat merugikan bagi mental para peserta didik. Nilai standar kelulusan yang tiap tahun makin ditingkatkan, bahkan untuk tahun ini nilai standar kelulusan adalah 5,25. Hal ini membuat cemas pada sebagian peserta didik. Mereka merasa tertekan dengan tuntutan tersebut dan mau tidak mau harus bisa mencapai nilai minimal tersebut. Mereka yang merasa tertekan akan menghalalkan segala cara untuk bisa lulus, diantaranya adalah:

  • Membeli kunci jawaban dari oknum-oknum tertentu

    Hal ini sudah bukan menjadi rahasia lagi di kalangan pelajar dan pengajar. Saya mendapat informasi langsung dari seorang guru di salah satu SMA Negeri di Sukoharjo bahwa transaksi kunci jawaban UAN memang benar adanya, bahkan para oknum penjual tidak ragu lagi untuk mendatangi sekolah tersebut dengan terang-terangan.

    Parahnya lagi para orang tua ataupun pihak guru cenderung bersikap pasif atau bahkan berinisiatif mencarikan kunci untuk anak didiknya. Para guru tidak ingin citra sekolah menjadi buruk hanya karena ada anak didiknya yang tidak lulus. Begitupula dengan para orang tua, meraka tidak ingin citra keluarga menjadi turun di mata masyarakat hanya karena anaknya tidak lulus.

  • Mencontek

    Sudah menjadi tradisi di beberapa kalangan pelajar bahwa mencontek sudah menjadi keharusan, apalagi dalam UAN. Modus yang mereka lakukan untuk mencontekpun bermacam-macam, diantaranya dengan membawa buku catatan ke ruang ujian,

    Dalam satu ruang ujian biasanya ada satu atau beberapa anak yang dijadikan sebagai pencontek dan yang lain sebagai pelindung agar pengawas tidak curiga pada si pencontek. Untuk penyebaran jawaban dalam satu kelaspun sangat mudah yaitu dengan ponsel ataupun sobekan kertas

  • Tindakan-tindakan irasional

    Bagi mereka yang mentalnya sangat tertekan akan rela melakukan hal yang irasional untuk bisa lulus, salah satunya adalah dengan meminta bantuan dukun atau hal-hal mistik yang diluar akal sehat.

Hal-hal diatas benar-benar menunjukkan betapa UAN bisa membuat peserta didik terganggu psikologisnya. Bukankah seharusnya UAN mampu menjadi tolok ukur tingkat pendidikan, kalau pada kenyataannya banyak kecurangan dan kontroversi yang ditimbulkan, apakah masih pantas jika UAN dijadikan alat peningkat mutu pendidikan nasional dan penentu kelulusan?

Ujian Akhir Nasional dihapuskan?

Untuk tahun pelajaran 2009/2010 kemarin sebenarnya Komisi X DPR mendesak pemerintah untuk menghapus pelaksanaan UAN dengan mengembalikannya ke Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), yaitu ujian dari masing-masing sekolah dengan penyesuaian bobot soal dari pusat.

Berikut saya kutip dari www.kompas.com mengenai pernyataan dari Wakil Ketua Komisi X Heri Ahmadi tentang usulan penghapusan UAN tersebut "Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional itu pernah diusulkan tapi ditolak. Tapi untuk SD, pemerintah mendengarkan usulan kami untuk melaksanakan ujian sekolah bukan ujian nasional,". Pada kenyataannya pihak Pemerintah justru tetap melaksanakan UAN, bahkan standar kelulusanpun semakin dinaikkan tanpa mempertimbangkan dampak buruk dibalik UAN tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan mengapa penghapusan UAN perlu dilakukan. "Hal yang paling mendasar, berdasarkan Pasal 28 ayat 1 UU No 23 Tahun 2003 dikatakan kewenangan untuk menilai berada pada pendidik. Jadi, bukan oleh birokrat."

Apa yang diungkapkan Wakil Ketua Komisi X Heri Ahmadi tersebut menunjukkan bahwa kesalahan memang terletak pada Pemerintah. Sesuai pasal tersebut seharusnya yang berhak menentukan kelulusan para peserta didik adalah pihak pendidik itu sendiri. Dalam hal ini seharusnya Pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator bukan sebagai eksekutor.

Tapi saya mengakui keberanian dari Pemerintah untuk tetap melaksanakan UAN yang notabene juga memakan dana dan tenaga yang tidak sedikit ini. Bagaimana tidak, disaat masih banyak struktur-struktur pendidikan diantaranya kualitas tenaga pendidik, fasilitas belajar mengajar, kompetensi dasar dan hal vital lainnya yang perlu adanya perbaikan dan peningkatan tapi Pemerintah justru sudah mengambil langkah yang lebih jauh dengan peningkatan standar nilai kelulusan. entah apakah langkah ini terlalu terburu-buru atau tidak tapi yang pasti keberanian Pemerintah dalam hal ini perlu diacungi jempol.

Kesimpulan

Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) memang tidak sepenuhnya salah, karena dengan adanya UAN ini mutu pendidikan di Indonesia bisa diperbaiki. Tapi untuk saat ini pelaksanaan UAN justru menjadi momok bagi sebagian kalangan, karena banyaknya kontroversi yang timbul dari pelaksanaan UAN tersebut.

Pemerintah seharusnya lebih mengerti permasalahan sebenarnya dari rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Kesalahan bukan terletak pada rendahnya nilai standar kelulusan nasional, tapi justru terletak pada rendahnya kesempatan belajar bagi anak kurang mampu. rendahnya kualitas pendidik, fasilitas belajar mengajar yang kurang memadai, tingkat pemerataan pendidikan yang rendah dan lain sebagainya.

Alangkah baiknya dalam hal ini Pemerintah tidak terburu-buru melaksanakan UAN. Pemerintah seharusnya membenahi terlebih dahulu permasalahan-permasalahan tersebut agar tidak terjadi ketimpangan tingkat pendidikan dan supaya peningkatan mutu pendidikan nasional mampu berjalan dengan sukses.

Sunday, 20 December 2009

Blog VS Social Networking

Blog VS Social Network

Gw abis baca-baca di ayongeblog.com yang menuliskan kalau apa yang dikatakan Roy Suryo mengenai tren blog yang hanya fenomena sesaat memang benar adanya, kehadiran social network adalah salah satu yang menjadi pemicunya.

Hmm bener juga ya, buktinya seorang blogger yang selama ini menjadi panutan gw sekarang sudah tidak produktif lagi selain itu komentar yang biasanya memenuhi postnya kini udah tak terlihat lagi.

Selain itu banyak blog di indonesia yang hanya mengandalkan copas aja untuk mempopulerkan blog mereka, so banyak blog yang isinya sama dengan blog lain, ini menjadikan kita kekurangan referensi dari orang lain, inilah yang menjadi kelemahan blogsphere indonesia coba deh teman-teman blogger semuanya membuat tulisan original kita sendiri, percaya deh kalian pasti akan lebih puas dengan blog kamu bahkan akan selalu pengen baca tulisan sendiri dan dibenak akan berpikir "ini lho tulisan gw, ini lho hasil karya gw".

Back to main topic, kehadiran social networking seperti facebook ama twitter yang sedang booming emang gak bisa dipungkiri apalagi kemudahan akses semakin menjadikannya sebagai situs jejaring paling favorit,bandingkan dengan blog? gimana beda banget kan.

Lewat social networking kita bisa cari teman sebanyak-banyaknya,dan di blogpun juga bisa malah teman yang kita kenal lewat blog akan lebih akrab coz kita ada hubungan timbal balik lewat post kita, lebih enak kan kalo punya teman yang punya hobi sama (ngeblog)

Dari blog kita juga dilatih untuk membuat tulisan yang berkualitas lho, so kemampuan dalam journalism kita akan semakin terasah , selain itu dari blog kita juga bisa mendapatkan uang , yup ini kalo kita emang berniat dan serius mengabdikan penghasilan kita lewat blogging aja

Masih banyak manfaat ngeblog yang akan kita dapatkan jika kita serius merawatnya, okey sekarang bicara mengenai social network. ada yang mengatakan kalau FB adalah mainan anak kecil, hmm kalau dipikir ada benarnya juga sih, jujur ya apa sih yang kamu cari dari FB, temen? kepopuleran? kebanyakan sih kepopuleran,iya kan, kita tiap hari nambahin friendlist entah itu orang yang dikenal ato nggak untuk membuktikan pada sahabat disamping kita "ini lho temen-temen aku,banyak kan, aku populer sih"ingat kenapa FB sempat didakwa sebagai media yang haram?

Sebenarnya FB bisa jadi media yang ampuh jika kita bisa memanfaatkannya dengan benar. beda dengan FB, Twitter atau microblogging jauh lebih bermanfaat,seperti blog tapi penulisanya dibatasi cuma 140 karakter untuk setiap post,banyak para blogger sekarang sudah menjadikan Twitter sebagai pendamping blog sekaligus social network, mereka (blogger) menjadikan FB dan Twitter untuk mempopulerkan blognya bukan mempopulerkan dirinya.

Kesimpulannya adalah blog memang media yang terbaik dan lebih bermanfaat bahkan Menkominfo menegaskan kalu blog adalah sahabat pemerintah, majulah blogger Indonesia